Pengalaman Tes IELTS Pertama Kali

Sudah hampir setahun semenjak nyobain les IELTS di Pare dan sekarang sudah waktunya mencurahkan hasil nabung serta latihan dengan cara ngambil tes beneran yang mahalnya minta ampun (Rp 2.850.000 tahun 2017) belum lagi biaya pesawat dan lain2. well, here we goes

Pada siang hari yang terik di Januari, di ruang dosen kampus “Teeng” muncul notif facebook bahwa ada info baru di group NZAS Scholarship bahwa pendaftaran beasiswa online akan dibuka 1 Februari dan akan ditutup 15 Maret 2017, 1 bulan lebih cepat dari jadwal tahun lalu yang biasanya ditutup tiap 15 April. Alhasil, lahirlah panic attack. Rencana awal ingin mengambil tes bulan Maret pun gagal total serta belajar yang ga serius pun di tingkatkan keseriusannya.

Payment confirmation

Setelah survey kesana kemari aku putusin untuk ambil tes di IALF Makassar tanggal 25 Februari dan mendaftar secara online melalui http://www.ialf.edu , pertimbangannya karena lebih dekat dengan Ternate jadi biaya pesawatnya tidak terlalu mahal. But then, 5 hari sebelum tes dilaksanakan, tepat di hari senin jam 4 WIT aku dapat email serta telepon dari admin IALF Surabaya bahwa testnya di cancel karena kurang peserta. Mereka memberikan dua pilihan yaitu tes di Surabaya pada tanggal yg sama namun dengan biaya transportasi ditanggung sendiri atau refund.

canceled test

“WHATT??!!!!”
dengan susah payah aku menenangkan diri.
Dikirain murah apa ganti jadwal dan tujuan penerbangan terus ke Surabaya dalam tanggal yang sama?! ini dari TERNATE, MALUKU UTARA persiapannya ga sedikit kalo mau pulkam ke Malang dan maen2 eh maksudnya pergi test (teriak dalam hati sambil berusaha gak banting HP yang baru beli).
Besoknya aku bikin deal dengan mas bersuara merdu diseberang sana (Dibaca: admin IALF) bahwa aku mau test IELTS di Surabaya tapi diundur ke tanggal lain. Karena udah terlalu mepet dengan pendaftran terpaksa aku ambil tanggal 4 Maret 2017.Setelah rubah jadwal serta tujuan tiket yang sumpah bikin kesel karena harus ngeluarin uang 2 kali lipat dari jumlah awal, akupun menyalurkan kekecewaan dengan menyia-nyiakan 10 hari dengan bersenang-senang tanpa belajar (yang akhirnya aku sesali)

Tanggal 2 Maret 2017, aku tiba di Bandara Juanda dan langsung berangkat ke Malang. Sejak awal aku putuskan untuk berangkat tes IELTS dari Malang karena tidak memiliki teman buat ditebeng di Surabaya. Tanggal 3 maret aku mendapat email resmi dari IALF mengenai jadwal test lengkap dan pakaian yang harus dikenakan berikut kata bercetak tebal no sandals please.

Reminder IELTS Test via email

Tanggal 4 Maret 2017 lepas subuh aku mulai berangkat ke Terminal Arjosari Malang dan sampai di terminal Purabaya aka Bungurasih kemudian memesan Gojek dari sana ke jalan Ngagel, tempat tes IELTS diadakan.
Saat menuju ke pintu yang ada baliho besar “IELTS Test here” pintunya terkunci.
Deg.. aku khawatir tidak diperbolehkan masuk karena menurut email yang kuterima peserta yang terlambat dianggap gugur. Jam menunjukan pukul 08.15 saat kuputuskan telpon kantor IALF untuk menanyakan lokasi test dan jadwalnya. Gak berapa lama suara merdu yang berasa ganteng itu jawab kalo aku salah masuk pintu dan harus masuk lewat pintu di gedung sebelah LoL
Kebetulan ada ibu2 yang berasal dari arahku dan menunjukan arah pintu yang benar. Ternyata ibu2 itu sudah kali ketiga mengambil general test untuk bekerja di Kanada. Negara tujuanku ngambil doktor selanjutnya :p

15 menit kemudian panitia bermegaphone ngasih penjelasan bahwa sebentar lagi peserta boleh memasuki ruangan dengan batasan 5 orang setiap 10 menit, kami diharuskan menitipkan tas pada penitipan yang tersedia. Yang boleh dibawa selama test adalah kartu identitas/paspor dan diperbolehkan membawa botol minuman tapi label minuman harus dilepas terlebih dahulu. Alat tulis sudah disediakan oleh panitia.
Nantinya peserta akan digiring untuk melakukan finger print, foto close up dan pencocokan data untuk TRF (Test Report Form) IELTS kemudian memasuki ruangan. Peserta juga dipersilahkan untuk ke menggunakan kamar kecil sebelum pengambilan data TRF, namun jika sudah mengambil TRF peserta dilarang pergi ke kamar kecil.
Setelah memasuki ruangan test, peserta harus menuju ke panitia dalam ruangan agar ditunjukkan tempat duduknya masing2. Akan ada panitia lagi yang berjalan hilir mudik dalam ruangan sambil menujukan lokasi duduk tiap peserta yang baru masuk. O iya, aku dapat tempat duduk di depan, berdekatan dengan layar dan speaker (spechless)

Di meja tiap peserta akan tersedia 2 pensil dan satu penghapus serta kertas kecil berisi nama, jenis kelamin, jenis tes yang diambil, bahasa yang digunakan,dan nomor kandidat. Kemudian, sebelum test dimulai panitia akan menjelaskan peraturan peserta test, misalnya jika ada peserta ingin ke kamar kecil harus mengangkat tangan tapi tidak ada penambahan waktu untuk test. Jika ada pertanyaan peserta dilarang mengeluarkan suara, peserta hanya diperbolehkan angkat tangan. HP dan dompet harus dititipkan kepada panitia dan masih banyak lagi. Semua peraturan ini akan dijelaskan dalam bahasa inggris.

Pukul 12.15, waktu terasa cepat berlalu. Sudah 3 test kulalui yatu Listening, Reading dan Writing. Setelah beberapa penjelasan mengenai hasil test dari panitia, sebanyak 4 peserta langsung melaksanakan test Speaking. Tes ini sudah dijadwalkan waktu dan examiner-nya untuk masing2 peserta dan jadwal bisa dilihat di lobby kantor. Karena jadwalku masih lama (sekitar jam 15.15) aku pergi ke Carefour Kalimas depan IELTS Test Centre Surabaya makan burger di A&W lalu shalat di mushola lantai 3. Aku gak tahu dan lupa nanya di tempat test ada mushola atau enggak. Sekitar jam 2 aku balik ke tempat test dan ngobrol sama beberapa peserta di lobby yang kebanyakan seorang scholarship hunters. 15 menit kemudian aku naik ke lantai 2 di aula tempat test tadi sambil menunggu panggilan untuk tes speaking baru jam 3 kurang 10 namaku sudah dipanggil dan diarahkan ke kursi untuk menunggu peserta sebelumnya selesai di interview. Akibat ngantuk karena gak bisa tidur sebelum test, argumen yang aku berikan kurang bisa menguatkan jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Dari sebagian peserta yang biasanya membutuhkan waktu cukup lama untuk test. Mungkin aku adalah sebagian orang yang buru2 menjawab semua pertanyaan tanpa pertimbangan, bodoh dan tergesa-gesa. Setelah tes berakhir, aku turun ke lobby dan melakukan finger scan terakhir dan menanyakan kapan hasil tesku bisa diambil. karena gak mungkin aku ambil sendiri, panitia memberi opsi untuk dikirimkan ke alamat yang bisa dituju.

TRF IELTS

Akhirnya step awal untuk melengkapi aplikasi beasiswa sudah selesai dan hasilnya juga sudah kudapatkan sesuai prediksi. Overall Band score yang kumiliki adalah 5,5. Dibilang kurang ya kurang, dibilang cukup ya cukup. Karena aku adalah pelamar dari daerah Timur (fokus area penerima beasiswa AAS dan NZAS) jadi butuh minimal band 5 untuk melamar AAS, sedangkan untuk NZAS tidak menentukan band minimal untuk pendaftaran sekalipun band 6 atau diatasnya akan meningkatkan presentase penerimaanku. Its not bad score buat IELTS begginer. Walaupun step awal sudah selesai, aku harus tetap belajar lagi untuk tes IELTS jika lolos seleksi untuk melanjutkan wawancara di AAS. Jadi sekarang waktunya ngasih sedikit saran buat kalian yang ambil test pertama kali. 😉

  1. Kalian udah tau jenis tes apa yang mau diambil, test IELTS ada 2 yaitu general dan academic. nah buat yang butuh test IELTS untuk melanjutkan pendidikan pilih yang academic.
  2. Tentukan band score yang ingin diraih dan berusahalah menggapainya. IELTS bukan hanya mengenai pengetahuan grammar tapi juga skill, jadi banyak latihan sangatlah diperlukan. Terkadang ada institusi atau event yang mengadakan simulasi test IELTS secara gratis ataupun berbayar yang bisa diikuti untuk melihat kemampuan kalian. Hanyasaja seat yang disediakan sangat terbatas jadi pastikan daftar sebelum kehabisan tempat.
  3. Kalian akan membutuhkan banyak masukan untuk test IELTS jadi belajarlah, entah itu kursus atau belajar melalui buku. Di IALF sendiri memiliki kursus IELTS dengan fasilitas yang lengkap namun dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk mengikutinya. Di berbagai lembaga bahasa Inggris di Pare juga menyediakan kursus IELTS, akan diajarkan beberapa trik jitu untuk menaklukan tes IELTS. Kalian bisa baca sedikit review dan beberapa saran dariku untuk menemukan tempat kursus yang sesuai dengan budget ataupun kemampuan belajar kalian di link berikut
  4. Kalian udah mentok biaya atau waktu? belilah buku IELTS Cambridge, terdapat volume 1 hingga 11 yang bisa kalian pelajari. Masing2 volume memiliki tujuan berbeda, ada yang hanya memberikan test soal ada juga buku yang hanya membahas jenis soal. Ada juga 2 situs web tentang IELTS yaitu http://ieltsliz.com dan http://www.ielts-blog.com/ disini kalian akan melihat topik IELTS yang sudah keluar ataupun jenis soal yang biasanya muncul. Btw, soal speaking dan writing sebenarnya hampir selalu memiliki topik2 yang sama sepanjang tahun namun pertanyaanya saja yang diacak jadi dua website diatas bisa membantu kalian menemukan pola soalnya.
  5. Hasil test IELTS baru keluar setelah 13-15 hari setelah test berlangsung dan setiap jadwal test memiliki batas maksimal peserta, jadi pastikan kalian mendaftar 1 bulan sebelum test IELTS dilakukan dan jangan mepet dengan deadline beasiswa atau kepentingan lain yang membutuhkan skor IELTS.
  6. Buat yang ingin tes di IALF, jadwal test di IALF centre misalnya Surabaya, Bali dan Jakarta lebih stabil daripada IALF cabang. jadi jika kalian buru-buru dengan test atau tidak bisa menunda pilihlah test di IALF center. Dari pengalamanku kemarin test di  IALF Makassar, mereka membatalkan test karena peserta kurang dan harus menunggu peserta mencukupi kuota agar test IELTS bisa dilakukan. Aku juga sempet browsing dan dapet blog tentang peserta IELTS di Makassar yang harus menunda sekitar 2 bulan untuk mencukupi kuota peserta IELTS.
  7. Tidur yang cukup dan sarapan sebelum test, karena kalian akan terperangkap kurang lebih 3 jam selama test reading, listening dan writing berlangsung.
  8. Jika saat mendaftar pakai paspor, maka gunakanlah paspor saat test nanti. jangan menggunakan KTP.
  9. Catat atau simpan kertas kecil yang bersisi candidate number kalian. ini bakal kalian gunakan jika ingin melihat hasil test secara online jika kalian tidak bisa mengambil hasil test tepat di hari pada saat hasilnya keluar.

Well, aku kira sementara ini cukup buat bekal para pemula . Biasanya aku tambahkan jika ada yang kurang. feel free to ask 🙂

Advertisements

One thought on “Pengalaman Tes IELTS Pertama Kali

  1. Pingback: Belajar Bahasa Inggris di Pare (IELTS Preparation) | AnGeL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s