Belajar Bahasa Inggris di Pare (IELTS Preparation)

Setelah Tugas Akhir dan tetek bengek kelulusan selesai, saatnya menghadapi kenyataan tentang suatu pilihan, yaitu lanjut kuliah yang niatnya masih simpang siur sampe sekarang. Pengennya nikah aja soalnya bosen kuliah mulu. Cuma gak ada manusia yang sukarela jadi kelinci percobaan sebagai food tester selama akhir hayatnya untuk setiap masakanku yang rasanya selalu diragukan hahaha (malah curhat)
Sebagai persiapan dan mengisi waktu luang sebagai pengagguran intelek, aku putusin buat belajar lagi di kampung Inggris, Pare. Seperti apa sih les-nya?

Setelah tes TOEFL ITP pertama kemarin yang berakhir dengan skor jauh dibawah ekspektasi (487) aku mulai bertanya tanya tentang seberapa siapnya aku mengambil tes IELTS yang konon jauh lebih susah dan mahal. Akhir Januari, aku mulai pertimbangkan untuk mengambil kursus bahasa Inggris sebagai persiapan tes IELTS.
Kenapa harus IELTS? karena IELTS lebih cenderung digunakan sebagai bahan pertimbangan masuk perguruan tinggi asing di Eropa , Inggris dan negara2 dibawah pemerintahan Queen Elizabeth.

Setelah survey beberapa kali lewat internet tentang kursus bahasa inggris di Bandung yang menyediakan program persiapan IELTS dan membandingkan dengan banyak hal aku putusin untuk mengambil kursus di Kampung Inggris, Pare.
Alasannya sederhana, tiap lembaga di sini menawarkan banyak pilihan program dengan harga yang cukup terjangkau, jadwal yang efektif, pengajaran yang kondusif serta intensif karena adanya english area dan biaya hidup cukup murah. Selain itu kesempatan jalan2 sih hahaha

Kemudian aku mencari informasi melalui internet mengenai lembaga kursus yang fokus mengajarkan IELTS di Pare. Ada beberapa lembaga yang kuketahui dan cukup terkenal yaitu Global English, TEST, English Studio dan Oxford. Aku sendiri memilih Global English karena programnya lebih fleksibel..

Sekitar jam 8 pagi tanggal 24 Maret, kedatanganku di Stasiun Kediri sudah disambut tukang becak dan driver ke Pare yang sudah paham jadwal masuk siswa yang akan mengambil kursus. Untuk memenuhi insting jalan2 ku yang menjengkelkan dan menghindari biaya yang berlebih dari driver yang langsung menjemput di stasiun, aku putuskan untuk berjalan kaki dari stasiun ke suatu Gereja yang terletak di depan RS. Bhayangkara dimana tempat mangkalnya angkutan umum jurusan Pare berada. Kesalahanku membaca peta di Google membuatku memilih jalan memutar dan membuatku sedikit berolahraga karena terpaksa menggeret koper yang cukup berat.
Sampai di depan gereja, ternyata bukan angkutan jurusan Pare yang menunggu namun driver lain yang menyediakan jasa antar ke pare dengan tarif 25 ribu. Aku yakin bisa dapat harga antara 15- 20 ribu bila mendapatkan angkutan umum tapi kali ini aku malas berargumen apapun karena kesalahan membaca situasi.

Awalnya aku mengambil paket dua minggu di Global English. Namun setelah replacement test yang harus dilakukan dihari daftar ulang, Examiner yang memberikan ku tes menyarankan aku untuk mengambil lebih dari 2 minggu. aku putuskan untuk mengambil program 1 bulan dengan 5 program dan tinggal di asrama agar aku bisa menggunakan bahasa inggris keseharian untuk melatih speaking. Sayangnya tugas persiapan IELTS dari tutor yang cukup menyita waktu dan kenyataan bahwa form beasiswaku masih putih bersih, aku putuskan untuk menyewa kamar di suatu kostan di ruas jalan utama  setelah meminta refund uang asrama di office. ini aku lakukan agar mudah memanage waktu antara tugas dan istirahat.

Untuk 2 minggu pertama aku mengambil writing for IELTS, Reading for IELTS dan Speaking for IELTS. tiap program memiliki 1,5 jam durasi pengajaran. Setelah 3  program selesai, tinggal 2 program lagi tersisa untuk diselesaikan yaitu Grammar for writing dan Listening for IELTS. Untuk 3 program pertama direkomendasikan oleh examiner, sedangkan 2 yang lain aku pilih sendiri karena aku merasa harus improve di bagian tersebut. Disini diperbolehkan pindah kelas ke Tutor lain yang memiliki program yang sama atau pindah ke program lain sebelum masa percobaan kelas selesai yaitu 3 hari

Sejujurnya 1 bulan bisa dibilang masih kurang untuk persiapan IELTS karena banyak sekali yang harus dipelajari untuk awam sepertiku, tapi cukup untuk membuat hints kecil sebagai poin untuk penilaian IELTS. Setidaknya harus mengambil minimal 3 bulan agar memahami dasar dan bisa mengerti konsep soal di IELTS serta mengasah fluency dalam berbicara bahasa Inggris dan banyak latihan. Bagaimanapun practise makes perfect

aku buat beberapa review kecil sebagai bahan pertimbangan saat mengambil paket program  IELTS

1. Durasi Belajar
Pastikan waktu yang kalian miliki untuk persiapan IELTS, di Global English untuk level pemula lebih baik mengambil semua dasar2 bahasa Inggris bila dirasa belum menguasai. Level menengah mungkin 3-5 bulan sudah lebih dari cukup. dan advance 1-3 bulan aku rasa sudah cukup untuk menguasai pola penting dalam tes IELTS. Cakupan waktu ini aku tentukan dari program dan intensitas yang aku rasakan di Global English.Ini aku hitung dengan kecepatanku dalam belajar (sambil bermain game :p), bisa jadi orang lain membutuhkan waktu yang lebih lama atau lebih cepat

2.Waktu belajar
Liburan semester adalah jadwal terpadat di Pare, Karena banyak mahasiswa/siswa yang mengisi liburannya dengan mengasah bahasa inggris sambil berwisata (ada paket2 tertentu selama musim liburan berlangsung). Kalau kalian suka ketenangan dan gak mau repot nyewa sepeda, hindarilah musim tersebut

3. Temukan lembaga yang sesuai kebutuhan kalian
Tentukan tujuan kalian saat memutuskan datang ke Pare, Siapkan budget dan lihat program2 yang ditawarkan tiap lembaga agar memudahkan saat menentukan tempat kursus.
Kalau dibilang lembaga mana yang paling bagus, setiap lembaga di Pare cukup berkompeten dalam mengajar bahasa Inggris, perbedaanya hanya pada jenis program serta biaya yang ditawarkan seperti di Global English yang program belajarnya dipecah pecah dan jadwalnya bisa dipilih atau ditambahkan sesuai minat belajar, hampir sama seperti kuliah. Ada juga lembaga kursus IELTS lain yang sangat menekan siswanya untuk belajar sehingga siswa bisa mencapai nilai yang diinginkan. Contohnya TEST dan English Studio.
Intinya Jangan segan bertanya kepada CS tiap lembaga bila ada yang ingin ditanyakan.
Gak jarang siswa yang kursus di suatu lembaga pindah ke lembaga lain setelah program di lembaga mereka sebelumnya telah selesai. Biasanya siswa yang pindah ke lain hati ini merasa kurang puas dengan intensitas latihan di program sebelumnya dan tertarik pindah karena merasa program di lembaga lain lebih cocok dengan cara belajar mereka. Misalnya salah satu temanku yang suka nyantai dan kurang ditekan pada program sebelumnya sehingga tidak memiliki peningkatan signifikan, setelah programnya selesai, ia pindah ke lembaga lain yang memiliki tingkat kedisiplinan ala dewa untuk memaksanya belajar dan bikin tugas. Ada juga salah satu temenku yang pernah bolos sehari di salah satu lembaga kursus, besoknya dia dilarang masuk dan harus membuat essay beberapa halaman sebagai penggantinya.
Kalau opiniku secara pribadi sih belajar IELTS di Global English gak cocok buat orang malas, cocoknya buat orang yang suka dan mau belajar dan juga berkompetisi dalam artian positif.
O iya, beberapa tutor di Pare juga memberikan les privat buat kalian yang masih pengen belajar secara mandiri sambil kursus di lembaga. Jika masih ngerasa kurang puas sama review dari aku, kalian bisa coba baca di link mbak riri berikut yang mengulas banyak tempat les di Pare untuk belajar IELTS. Mbak riri juga memiliki beberapa brosur lembaga belajar yang bisa kalian lihat2 sebagai bahan pertimbangan

4.Dormitory or Boarding House
Tiap orang memiliki cara belajar yang berbeda, contohnya aku yang tidak bisa konsentrasi bila kondisi ramai. Buat yang mengambil IELTS di Global English, aku saranin gak mengambil program asrama karena writing for IELTS baik 1 ataupun 2 cukup menyita waktu, apalagi yang mengambil IELTS Test. Menurutku tinggal di asrama dibutuhkan bagi orang yang ingin melatih basic conversation dan tidak bisa hidup tanpa nge gossip :p . Ada beberapa asrama Global yang bagus untuk melatih basic convesation ini karena program tambahan yang dimiliki masing2 asrama. Misalnya english debate. Namun ada juga asrama yang memberikan ketenangan belajar tanpa beban program tambahan yang menyita. Kalian bisa meminta pindah asrama ataupun mundur sebelum hari ke 3 bila merasa tidak cocok.

5.Don’t forget to have fun
Banyak paket liburan menarik untuk mengisi jeda waktu yang nantinya diberikan diakhir program. Atau bisa juga yang mengisi liburan dengan cara sendiri yaitu menyewa motor/mobil kemudian berwisata di tempat rekreasi terdekat. Misalnya Batu yang memiliki banyak tempat rekreasi, Malang dengan kuliner dan Kediri yang memiliki pesona alam yang memukau. Jangan lupa nyoba beberapa makanan khas Kediri dan cafe2 yang ngehits di Pare.

Ps : buat yang belum pernah tes IELTS dan mau tahu gambaran serta beberapa masukan  dari aku, bisa cek berikut

Advertisements

2 thoughts on “Belajar Bahasa Inggris di Pare (IELTS Preparation)

  1. miss maksudnya ge tdk cocok untuk org mls gmna ya miss??? agak rancu sih … engga mudeng aku … mksudnya krna tugasnya bnyak ato krna apa miss???

    • well, maksud saya di GE kurang cocok buat orang yang enggak “highly motivated” alias yang cuma asal masuk dan ngerjain tugas tapi ingin skor IELTS tinggi. Sejauh yang saya rasakan di GE pengajarannya kurang di push atau ditekan tapi GE memberikan poin2 penting dalam soal test IELTS sehingga siswa mengenali karakter soal.
      Tiap2 lembaga di Pare mempunyai pola ajar yang berbeda dan menurut saya di GE metode mengajarnya memang seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s